Rendra lahir pada 7 November 1935 di Kota Solo, dan diberi nama Willyborussurendra Rendra Brata. Namun ia sering menggunakan namanya dengan WS Rendra. Setelah masuk Islam sekira tahun 1970, inisial WS jarang digunakan, dan tinggallah nama Rendra. Setelah menunaikan ibadat haji pada 1995 bersama Setyawan Djody, inisial WS diganti menjadi Wahyu Sulaiman, maka jadilah Wahyu Sulaiman Rendra. Nama ini pertama dipublikasikan di Republika bersamaan dengan dipublikasikannya puisi terbaru Rendra.
Publik Indonesia tahu, Rendra adalah ikon pemberontakan melalui puisi-puisi pamfletnya yang banyak mengeritik ketimpangan di tengah masyarakat. Sebagai ikon, pada saat tutup usia pada 2009, dalam usia 74 tahun, bisa dikatakan semua media massa di Indonesia, elektronik maupun cetak, memberitakan kepergiannya.